Sabtu, 05 September 2026

Cerita Senja 1

Sudah lewat dari dua belas tahun lebih, berarti atau tidak menggerakkan tinta terkadang menjaga akal tetap waras dan kemampuan serta fungsi memori tetap terjaga. 
Ini tentang pengalaman pribadi pada suatu malam, yang semuanya bagai kebetulan belaka. 
Saat mengunjungi kerabat yang telah memberi kabar, yang secara tidak langsung juga mengundang untuk datang. 
Ini adalah tentang rencananya untuk pindah di rumah barunya. 
Namun setibanya di sana ia sudah selesai pindahan, barang-barang dan perabot bahkan hampir sudah tersusun semua. 
Kedatangan kerumahnya membawa pickup dengan tujuan untuk membantu, dan meringankannya tentu tidak terpakai, namun ternyata ia sengaja demikian karena ia beralasan tidak mau merepotkanku katanya, jadi ia mengabari setelah semua nyaris kelar. 
Kedatangan bukan lagi untuk angkat-angkat,tentu tinggal keliling melihat-lihat menyalami sekeluarga untuk ngobrol dan ngopi. 
Namun saya tidak sadar bahwa sejak kedatangan di rumah itu ada seseorang yang duduk diam dan mengamatiku sejak kedatangan, dan setelah menyadari ada seseorang di salah satu kursi ruang tengah, aku mendekati untuk menyalami beliau. Ketenangan dan wibawanya menyambut tanganku sambil bertanya lirih, "Ngerti opo ora karo sing mbok nggo kui? ". Beliau dengan telunjuk keriput namun tegas menunjuk pada gambar yang ada di baju yang ku kenakan. 
" Nggih ngertos sanget, Mbah! "
Beliau manggut-manggut sambil tersenyum ramah dan hangat, sambil memberi isyarat agar aku duduk dekat dengan beliau. 
"Aku tak krungu coba crita, sopo kui" Beliau ingin saya berpendapat dan bercerita tentang tokoh terkenal yang ia maksud. 

Belum sempat saya bicara, tuan rumah sudah menghampiri, sang istri membawa kopi dan sang suami mengenalkan tentang simbah dan pertemuannya dengan beliau yang bagai kebetulan. Saat ia lewat di tempat Simbah (mungkin saat mengirim barang di suatu daerah bernama Tanjung Bintang) beliau sudah bisa membaca keadaan dan rencana saya, beliau pesan, "besok kalau pindahan rumah, saya dijemput ya nanti saya yang pindahkan." "Jadi Simbah ini sudah dua malam ada di sini. " Jelas tuan rumah sambil mempersilahkan minum kopi. 
Mungkin karena kebetulan ada kesamaan nama beliau dengan gambar di baju, maka sangat ingin beliau juga mendengar kisah tentang tokoh kenamaan itu dalam versi saya. Sebenarnya dialah kemudian yang lebih banyak bisa menceritakan tentang sang tokoh dalam kacamata yang sama sekali dari sudut pandang yang tidak biasa bagi saya, juga hal baru yang tidak kutahu dari buku sejarah

Peristiwa yang juga mengagetkan bukan pada saat ngopi dan suasana ngobrol, tapi pada saat pulang, karena setelah keluar dari pekarangan tepat di depan mobil dihadang ular welang yang besar yang membuat saya berhenti beberapa saat. 
Setelah ia pergi saya baru jalan lagi, dan karena ular itu mengarah ke rumah baru itu, maka sambil jalan kutelpon tuan rumah memberi kabar, kalau-kalau ia menelusup ke rumahnya. 
Jadi obrolan malam itu terasa lengkap baik tentang gambar, orang, rumah dan kenalan baru juga binatang, hal biasa yang dialami oleh orang-orang biasa. 

Cerita Senja 1

Sudah lewat dari dua belas tahun lebih, berarti atau tidak menggerakkan tinta terkadang menjaga akal tetap waras dan kemampuan serta fungsi ...