Timbang menimbang dua tangan turut dalam laku,
Dibentang keduanya saling menjauh,
Badan tetap berada letak,
Tetap ia ditengah,
Saat terhenti dan melangkah,
Kebimbangan tidak menghentikannya,
Ketahuan bila ragu pun tiada menyurutkan gairah,
Tiada perlu padanya menanyakan lelah,
Ketika aku hanya mampu pasrah,
Ternyata dari sanalah munculnya seberkas cercah,
Sekecil kunang-kunang di gulita malam membawakan arah,
Terbang diantara daun-daun yang pernah dirundung resah,
Sekuat tenaga dibuat tanpa melangkah, Menjauh dari terik menggapai rindu hatinya pada dalamnya penantian akan datangnya tetes yang mampu membasah,
....
Condominium yang terlihat bukan satu-satunya penanda dan pengingat, masih menyisakan banyak bangunan dibalik kegelapan, lengkap dengan bubuhan pariwara telah semakin menjelas usai garis dibuat hingga saturasi bergeser pada tertimbunnya informasi pada belahan lain menyatu dilangit berwarna semakin merekah,
Jari-jari terus berputar, setia bersama penunggang mengelilingi setiap sudut pandang, menjumpai mereka ditempatnya berada dengan memiliki setiap rangkai kata sebagai setianya super pengulik, telah melengkapi semua tangga hasrat bagai pagar-pagar penguat menyembunyikan bayangan super hero yang telah lama dicari-cari, namun selalu menghilang dari pandangan bahkan sebelum datangnya gelap.
Pekatnya lalu lalang cerita yang berdatangan kala itu, tiada lain telah membeban langkah dan penghalang pandang apalagi bila penimbang harga tiada yang kunjung datang, bahkan tidak kurang panjangnya rencana kosong sering dijadikan jawaban tanpa melihat juang keseimbangan, akan awal laku yang hingga kini dipertaruhkan.
Dengan tangan yang masih dibentangkan, hingga jauhnya titian yang telah dilewati pada ketinggian, samar-samar jauh di depan tampak di sana lambaian tangan-tangan mengisyaratkan sambutan. Betulkah ia melewati lebih tujuh puluh tahun semua bunyi-bunyian itu kelak masih relevan? Ia pun kini mulai ikutan mempertanyakan, akankah keseimbangan yang pernah diagungkan itu masih akan dibutuhkan di ujung penglihatan itu.
...
Tanpa heroiknya nada dan suara sebagai pesan, kisah itu tidak ingin menanyakan sebuah akhir. Ia.. Masih terus melangkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar